Segmen Target

Keuangan inklusif merupakan komponen penting dalam proses peningkatan sosial ekonomi masyarakat karena komponen ini menekankan pada penyediaan layanan keuangan kepada segala lapisan masyarakat, sehingga dapat mendorong ekonomi, mempercepat penanggulangan kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Walaupun keuangan inklusif itu menyentuh kepada seluruh segmen masyarakat, namun kelompok yang menjadi fokus dalam hal ini adalah kelompok masyarakat yang tidak terjangkau oleh layanan lembaga keuangan formal masyarakat berpendapatan rendah, pelaku usaha mikro dan kecil (UMK), serta masyarakat lintas kelompok.

Untuk lebih jelasnya, setiap segmen digambarkan sebagai berikut:

a. Low Income atau kelompok masyarakat berpendapatan rendah

Terdapat sebanyak 40 persen penduduk dewasa Indonesia adalah kelompok masyarakat berpendapatan rendah. Hal ini  berdasarkan Basis Data Terpadu yang bersumber dari hasil kegiatan Pendataan Program Perlindungan Sosial (PPLS) yang dilaksanakan oleh Badan Pusat Statistik. Kelompok ini memiliki akses terbatas atau bahkan tanpa akses sama sekali ke semua bentuk  layanan keuangan. Yang termasuk dalam golongan ini antara lain mencakup masyarakat penerima bantuan sosial, program pemberdayaan masyarakat, dan wirausaha yang memiliki keterbatasan sumber daya untuk memperluas usaha.

b. Pelaku usaha mikro dan kecil (UMK)

Berdasarkan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2008 tentang Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah, pelaku usaha mikro dan kecil (UKM) adalah:

  • Pelaku usaha mikro adalah pengusaha yang memiliki kekayaan bersih kurang dari Rp 50 juta (tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha). Adapun omzet penjualan per tahunnya kurang dari Rp 300 juta.
  • Pelaku usaha kecil adalah pengusaha dengan kekayaan bersih Rp 50-300 juta (tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha). Adapun omzet penjualannya antara Rp 300 juta – Rp 2,5 miliar per tahun.

Selain kedua kelompok di atas, terdapat beberapa kelompok lain yang menjadi target keuangan inklusif yaitu Masyarakat lintas kelompok.

c. Masyarakat Lintas Kelompok ini terdiri dari:

  1. Pekerja Migran

Kelompok ini memiliki akses yang terbatas ke layanan keuangan formal untuk mendukung selama proses tahapan migrasi (pra, selama, dan pasca migrasi).

  1. Wanita

Berdasarkan data Global Findex 2014, hanya 37,5 %  wanita Indonesia yang memiliki rekening di lembaga keuangan formal, sehingga butuh perhatian khusus agar kelompok ini bisa mendapat akses ke layanan keuangan

  1. Kelompok masyarakat Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS)

Kelompok ini antara lain terdiri dari anak terlantar, penyandang disabilitas berat, warga lanjut usia, mantan narapidana, dan mantan tunasusila.

  1. Masyarakat di daerah tertinggal, perbatasan, dan pulau-pulau terluar

Masyarakat ini tinggal di wilayah yang relatif kurang maju dibandingkan daerah lain dalam skala nasional. Kriterianya dari sisi perekonomian masyarakat,  sumber daya manusia, prasarana infrastruktur, kemampuan keuangan lokal, aksesibilitas, dan karakteristik daerah.

  1. Kelompok Pelajar, Mahasiswa, dan Pemuda

Jumlah kelompok pelajar, mahasiswa, dan pemuda diperkirakan mencapai 106,8 juta orang atau 41,87% dari jumlah penduduk Indonesia tahun 2015.

Comments are closed.