Rakor Satgas KEJAR: Perkuat Sinergi Inklusi Keuangan di Indonesia Wilayah Tengah dan Timur

Surabaya, 14 November 2024 – Hingga Triwulan III tahun 2024, Program Satu Rekening Satu Pelajar (KEJAR) mencatatkan pencapaian luar biasa dengan realisasi 87,03%. Sebanyak 58,01 juta pelajar telah memiliki rekening tabungan dengan total dana yang terhimpun mencapai Rp32,59 triliun. Dari jumlah tersebut, Program SimPel/SimPel iB mencakup 50,38 juta rekening dengan nominal tabungan sebesar Rp9,7 triliun, sementara program tabungan anak lainnya mencakup 7,62 juta rekening dengan nominal sebesar Rp22,88 triliun.

Hal ini disampaikan Direktur Literasi Keuangan OJK, Edwin Nurhadi, dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Satuan Tugas (Satgas) KEJAR yang diselenggarakan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian bekerja sama dengan OJK. Rakor ini bertujuan untuk memonitor dan mengevaluasi implementasi Program KEJAR di wilayah Indonesia bagian Tengah dan Timur.

Setelah sukses menggelar Rakor di tahun 2023 untuk 12 provinsi di Wilayah Barat Indonesia, tahun ini Rakor Satgas KEJAR mengundang 22 provinsi di wilayah Tengah dan Timur Indonesia. Wilayah tersebut meliputi Kalimantan, Bali, Nusa Tenggara, Sulawesi, dan Papua. Kegiatan ini juga merupakan tindak lanjut dari Surat Keputusan Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan Kemenko Perekonomian Nomor 2 Tahun 2024 yang mengatur pembentukan Satgas Nasional KEJAR.

Kelompok pelajar menjadi salah satu prioritas utama dalam Strategi Nasional Keuangan Inklusif (SNKI). Program KEJAR dirancang untuk mendorong kebiasaan menabung sejak dini yang dapat membangun perilaku keuangan positif hingga usia dewasa. Program ini juga merupakan bagian dari Aksi Pelajar Indonesia Menabung yang diamanatkan oleh Keputusan Presiden Nomor 26 Tahun 2019 tentang Hari Indonesia Menabung.

Implementasi Program KEJAR didukung oleh sejumlah kebijakan strategis, termasuk Peraturan Presiden Nomor 114 Tahun 2020 tentang SNKI dan berbagai surat edaran kementerian terkait. Hingga saat ini, sebanyak 143 kebijakan, surat keputusan, dan nota kesepahaman telah diterbitkan untuk mempercepat implementasi program di seluruh daerah.

Kegiatan Rakor yang berlangsung di Surabaya ini dibuka oleh Direktur Pengawasan Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Perlindungan Konsumen OJK, Horas V. M. Tarihoran, serta keynote speech dari Asisten Deputi KIKS Kemenko Perekonomian, Dr. Erdiriyo.

Diskusi panel menghadirkan sejumlah narasumber dari berbagai kementerian, seperti Bambang Ardianto (Kemendagri) dan Sofiana Nurjanah (Kemdikbudristek). Selain itu, sharing session dari perwakilan pemerintah daerah, seperti Kalimantan Barat dan Kota Denpasar, memberikan wawasan tentang implementasi Program KEJAR di tingkat lokal.

Rakor ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran pemerintah daerah terhadap peran strategis Program KEJAR, mendorong dukungan kebijakan di tingkat daerah, serta memastikan keberlanjutan program melalui monitoring dan evaluasi yang efektif.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan, termasuk Himpunan Bank Milik Negara (Himbara), Perbanas, Perbarindo, Asbanda, dan perwakilan industri perbankan lainnya. Dukungan lintas sektor ini menjadi kunci sukses keberlanjutan Program KEJAR di seluruh wilayah Indonesia. Program KEJAR terus menjadi bukti nyata sinergi pemerintah, lembaga keuangan, dan masyarakat dalam membangun masa depan keuangan Indonesia yang lebih inklusif.

 

Sekretariat DNKI

Comments are closed.